Berita
NEWS UPDATE :  

Berita

PUTIH BIRU (Oleh: Acintya Ayu Zianka (7J))

Di siang yang panas, tidak ada guru yang masuk kelas, walau jamkos hanya ada beberapa tugas yang harus diselesaikan...

Seekor ulat yang gede.....dengan bulu lebat tiba - tiba menampakkan dirinya di lantai kelas. Salah seorang cewek segera mengambil ulat bulu itu lalu diberikan kepada Gesya, yang ternyata Gesya jijik sama ulat dan langsung berteriak. Melihat kelakuan Gesya, timbul ide jail Sadewa, Sadewa mengambil ulat dari lantai, lalu diberikan kepada Gesya, Gesya berteriak ketakutan, lalu Sadewa berikan lagi kepada teman - teman lain yang ternyata mereka juga jijik, kelaspun menjadi heboh. Matahari kembali menunjukkan kepanasannya hari ini. Setelah mendung dan hujan berhari-hari, sekarang mentari membuat peluh semua orang menetes dengan deras di sekujur tubuh. Panas hari ini memang sampai menyedot energi. Hingga dengan suasana yang panas masalah sedikit saja dapat membuat hati juga langsung menyala panas. Suasana ramai dan tenang di kelasku tiba - tiba menjadi kacau, ketika terjadi keributan antara Candra dan Rey, hanya gara-gara lelucon kecil, Varel melerai mereka berdua, tapi bukan damai yang didapat, malah suasana semakin gaduh.

Gara - gara Candra dan Rey tidak menuruti perkataan Varel. Setelah beberapa saat, suasana mulai mereda. Namun Candra bawel, terus berbicara pelan, karena merasa kesal dan tidak dihormati, Varel pun marah pada Candra dan mencetus kata - kata kasar dengan suara besarnya. "Heh...Candra kamu bisa diem gak ? Hargai aku disini, semua orang di sekolah takut sama aku !" Candra hanya terdiam, dan membuat Varel semakin memanas dan kesal karena kelakuannya, Varel merasa tidak dihargai dan tidak didengarkan perkataannya. Varel memukul Candra dan menendang meja belajar yang ada di depannya. Candra masih tetap terdiam, tidak melawan dengan ekspresinya yang tegang. Varel langsung menarik kerah baju Candra dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya mengepal siap untuk memukul. Sadewa berusaha melerainya namun tak bisa. "Kamu berani sama aku ?" Tangannya sembari meludahi wajah Candra, namun air ludahnya tidak mengenai Candra, melainkan mengenai tepat di wajah Sadewa.

"Hey kalian bisa diem gak sih?" Inget... Disini kita tuh saudara, satu keluarga satu kelas, kita harus bisa menjaga kekompakan dalam segala hal dan kalau mau menyelesaikan masalah bukan kaya gini caranya !!" Teriak Gesya dengan kencang sembari menangis melihat kejadian itu. Setelah mendengar penuturan kalimat Gesya, suasana di kelas mendadak menjadi hening, semua terdiam, bahkan ada juga yang menangis. Suasana menjadi tenang dan mereka kembali melanjutkan pelajaran.